Dinamika kepemimpinan di internal parlemen kembali bergulir. Fraksi Partai Golkar secara resmi melakukan rotasi posisi pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Agung Widyantoro ditunjuk untuk menjabat sebagai Ketua Komisi X DPR RI, menggantikan Hetifah Sjaifudian.
Perubahan ini merupakan bagian dari strategi penyegaran organisasi di tubuh Fraksi Partai Golkar untuk memaksimalkan kinerja legislasi, pengawasan, dan penganggaran di sektor-sektor krusial yang menjadi mitra kerja Komisi X.
Fokus pada Pendidikan dan Kebudayaan
Agung Widyantoro, yang dikenal sebagai politisi senior Golkar asal daerah pemilihan Jawa Tengah IX, membawa rekam jejak kepemimpinan yang solid ke kursi pimpinan Komisi X. Dalam keterangannya, Agung menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan sekaligus memberikan akselerasi pada isu-isu pendidikan yang sedang hangat.
“Tanggung jawab ini adalah amanah besar. Komisi X memiliki cakupan yang sangat menyentuh langsung masa depan bangsa, mulai dari pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Agung di Gedung Nusantara, Senayan.
Salah satu fokus utama yang akan dikawal oleh Agung adalah transformasi sistem pendidikan nasional, perlindungan guru dan tenaga kependidikan, serta penguatan sektor pariwisata pasca-pandemi agar tetap menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
Apresiasi untuk Hetifah Sjaifudian
Selama masa kepemimpinannya, Hetifah Sjaifudian dikenal sebagai sosok yang sangat vokal dan gigih dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di dunia pendidikan serta peningkatan kualitas literasi nasional. Di bawah arahannya, Komisi X telah banyak menghasilkan regulasi dan pengawasan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan guru honorer dan pemerataan akses pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Pergantian ini disebut-sebut sebagai bagian dari penugasan baru bagi Hetifah di posisi strategis lainnya dalam struktur DPR RI atau partai. Banyak pihak memberikan apresiasi atas dedikasi Hetifah yang telah membangun komunikasi kolaboratif dengan mitra kerja seperti Kemendikbudristek, Kemenparekraf, dan Kemenpora.
Harapan Stakeholder
Para pemangku kepentingan berharap di bawah kepemimpinan Agung Widyantoro, Komisi X dapat terus menjadi mitra kritis namun solutif bagi pemerintah. Tantangan ke depan, seperti implementasi Kurikulum Merdeka yang lebih merata hingga persiapan atlet menuju ajang internasional, menjadi agenda besar yang telah menanti.
Dengan latar belakang sebagai mantan Bupati Brebes, Agung diharapkan mampu membawa perspektif kewilayahan yang kuat dalam merumuskan kebijakan nasional di DPR RI.
“Kami yakin dengan pengalaman Pak Agung, sinergi antara legislatif dan eksekutif akan semakin kuat demi mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tutup salah satu anggota Fraksi Golkar.