Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas seismik di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga laporan terbaru dirilis, BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 2.119 gempa susulan (aftershocks) yang mengguncang kawasan tersebut pascagempa utama yang terjadi beberapa waktu lalu.
Meskipun frekuensi gempa menunjukkan tren fluktuatif yang cenderung menurun, jumlah ribuan gempa susulan ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kebencanaan dan warga setempat.
Potensi Bahaya Bangunan yang Retak
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak hanya waspada terhadap guncangan, tetapi lebih kepada kondisi fisik bangunan tempat tinggal. Ribuan gempa susulan, meski kekuatannya kecil, dapat memperparah kerusakan pada struktur bangunan yang sebelumnya sudah terdampak.
“Masyarakat diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tulis pernyataan resmi BMKG.
Para ahli mengingatkan bahwa akumulasi getaran dari ribuan gempa susulan tersebut dapat memicu keruntuhan pada dinding atau atap bangunan yang sudah tidak stabil.
Mitigasi dan Area Rawan Longsor
Selain waspada terhadap bangunan, BMKG juga memperingatkan warga yang tinggal di daerah perbukitan atau lereng gunung. Getaran gempa yang berulang, ditambah dengan potensi curah hujan, dapat meningkatkan risiko tanah longsor dan runtuhan batu (rockfall).
“Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan perbukitan, tetaplah tenang namun waspada. Hindari lereng-lereng curam yang rentan mengalami ketidakstabilan tanah akibat rentetan gempa susulan ini,” tambah pihak BMKG.
Tetap Pantau Informasi Resmi
Hingga saat ini, BMKG masih menyiagakan peralatan sensor gempa dan personel di lapangan untuk memantau perkembangan aktivitas tektonik secara real-time. Masyarakat diminta untuk tidak mempercayai isu atau berita bohong (hoax) yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Pemerintah daerah melalui BPBD setempat juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan langkah-langkah mitigasi lanjutan serta memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Masyarakat disarankan untuk selalu memantau aplikasi InfoBMKG, kanal media sosial resmi, atau menghubungi kantor BMKG terdekat untuk mendapatkan informasi akurat mengenai perkembangan situasi terkini di Flores.